Total Tayangan Halaman

Sabtu, 28 Juni 2014

KEUTAMAAN MEMBACA AL QUR'AN DI BULAN RAMADHAN

Bulan Ramadhan adalah bulan Alquran, maka dari itu hendaknya seorang muslim memberikan porsi perhatian yang lebih terhadap Alquran di bulan ini. Mengenai keutamaan membaca Alquran Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Faathir: 29-30)
Syaikh Ibnu ‘Utsaimin menjelaskan bahwa membaca kitab Allah ada dua macam:
Pertama, membaca hukmiyyah, yakni membenarkan berita-berita yang ada dan melaksanakan hukumnya dengan menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya.
Kedua, membaca lafzhiyyah, yakni membaca lafaznya. Telah datang nash-nash yang cukup banyak menerangkan tentang keutamaannya, baik membaca secara umum isi Alquran, surat tertentu maupun ayat tertentu (lih. Majaalis Syahri Ramadhan, tentang Fadhlu tilaawatil Qur’aan).

Keutamaan Membaca Alquran

Berikut ini akan kami sebutkan keutamaan membaca Alquran:
1. Sebaik-baik manusia adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَه
Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
Hal itu dikarenakan Alquran adalah firman Allah Rabbul ‘aalamin. Alquran merupakan ilmu yang paling utama dan paling mulia, oleh karena itu orang yang mempelajari dan mengajarkannya adalah orang yang terbaik di sisi Allah Ta’ala.
2. Alquran adalah sebaik-baik ucapan
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:
“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran.” (QS. Az Zumar: 23)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
« أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ »
Amma ba’du, sesungguhnya sebaik-baik ucapan adalah kitab Allah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, seburuk-buruk urusan adalah perbuatan yang diada-adakan (dalam agama) dan semua bid’ah adalah sesat.” (HR. Muslim)
Imam Syafi’i dan ulama lainnya berpendapat bahwa membaca Alquran merupakan dzikr yang paling utama.
3. Orang yang mahir membaca Alquran akan bersama para malaikat
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ
Orang yang lancar membaca Alquran akan bersama malaikat utusan yang mulia lagi berbakti, sedangkan orang yang membaca Alquran dengan tersendat-sendat lagi berat, maka ia akan mendapatkan dua pahala.” (HR. Muslim)
Orang yang tersendat-sendat dalam membaca Alquran mendapatkan dua pahala adalah hasil dari membaca Alquran dan karena telah bersusah payah untuknya.
4.  Orang yang membaca Alquran diibaratkan seperti buah utrujjah yang luarnya wangi dan dalamnya manis.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْأُتْرُجَّةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ لَا رِيحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الرَّيْحَانَةِ رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِي لَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ لَيْسَ لَهَا رِيحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ (البخاري)
Perumpamaan orang mukmin yang membaca Alquran adalah seperti buah utrujjah; aromanya wangi dan rasanya enak. Orang mukmin yang tidak membaca Alquran adalah seperti buah kurma; tidak ada wanginya, tetapi rasanya manis. Orang munafik yang membaca Alquran adalah seperti tumbuhan raihaanah (kemangi); aromanya wangi tetapi rasanya pahit, sedangkan orang munafik yang tidak membaca Alquran adalah seperti tumbuhan hanzhalah; tidak ada wanginya dan rasanya pahit.” (HR. Bukhari-Muslim)
5.  Alquran akan memberi syafaat kepada pembacanya
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
“Bacalah Alquran, karena ia akan datang pada hari kiamat memberikan syafaat kepada pembacanya.” (HR. Muslim)
6. Membaca satu atau dua ayat Alquran lebih baik daripada memperoleh satu atau dua ekor onta yang besar
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda kepada para sahabat:
« أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنْ يَغْدُوَ كُلَّ يَوْمٍ إِلَى بُطْحَانَ أَوْ إِلَى الْعَقِيقِ فَيَأْتِىَ مِنْهُ بِنَاقَتَيْنِ كَوْمَاوَيْنِ فِى غَيْرِ إِثْمٍ وَلاَ قَطْعِ رَحِمٍ » . فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ نُحِبُّ ذَلِكَ . قَالَ « أَفَلاَ يَغْدُو أَحَدُكُمْ إِلَى الْمَسْجِدِ فَيَعْلَمَ أَوْ يَقْرَأَ آيَتَيْنِ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ خَيْرٌ لَهُ مِنْ نَاقَتَيْنِ وَثَلاَثٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلاَثٍ وَأَرْبَعٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَرْبَعٍ وَمِنْ أَعْدَادِهِنَّ مِنَ الإِبِلِ » .
Siapakah di antara kalian yang suka berangkat pagi setiap hari ke Bathhan atau ‘Aqiq dan pulangnya membawa dua onta yang besar punuknya tanpa melakukan dosa dan memutuskan tali silaturrahim?” Para sahabat menjawab, “Wahai Rasulullah, kami suka hal itu.” Beliau bersabda: “Tidak adakah salah seorang di antara kamu yang pergi ke masjid, lalu ia belajar atau membaca dua ayat Alquran? Yang sesungguhnya hal itu lebih baik daripada memperoleh dua ekor onta, tiga ayat lebih baik daripada tiga ekor onta, empat ayat lebih baik daripada empat ekor onta dan (jika lebih) sesuai jumlah itu dari beberapa ekor onta.” (HR. Muslim)
7. Rahmat dan ketentraman akan turun ketika berkumpul membaca Alquran
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ يَتْلُوْنَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُوْنَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ
Tidaklah berkumpul sebuah kaum di salah satu rumah Allah, mereka membaca kitab Allah dan mempelajarinya, kecuali akan turun ketentraman kepada mereka, diliputi oleh rahmat, dikelilingi oleh para malaikat dan Allah akan menyebut mereka ke hadapan makhluk di sisi-Nya.” (HR. Muslim)
8. Karena kemuliaan Alquran, tidak pantas bagi yang telah menghapalnya mengatakan “Saya lupa ayat ini dan itu”, tetapi hendaknya mengatakan “Ayat ini telah terlupakan.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لا يقُلْ أحْدُكم نِسيَتُ آية كَيْتَ وكيْتَ بل هو نُسِّيَ
Janganlah salah seorang di antara kamu berkata: “Saya lupa ayat ini dan ini”, bahkan ayat itu telah dilupakan.” (HR. Muslim)
Syaikh Ibnu ‘Utsaimin berkata, “Hal itu karena ucapan “saya lupa” terkesan adanya sikap tidak peduli dengan ayat Alquran yang dihapalnya sehingga ia pun melupakannya.”
9. Membaca satu huruf Alquran akan memperoleh sepuluh kebaikan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka ia akan mendapatkan satu kebaikan dengan huruf itu, dan satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidaklah mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan Mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)
10. Alquran merupakan tali Allah
Ali bin Abi Thalib berkata, “Alquran adalah Kitabullah, di dalamnya terdapat berita generasi sebelum kalian, berita yang akan terjadi setelah kalian dan sebagai hukum di antara kalian. Alquran adalah keputusan yang serius bukan main-main, barangsiapa meninggalkannya dengan sombong pasti dibinasakan Allah, barangsiapa mencari petunjuk kepada selainnya pasti disesatkan Allah. Dialah tali Allah yang kokoh,  peringatan yang bijaksana dan jalan yang lurus. Dengan Alquran hawa nafsu tidak akan menyeleweng dan lisan tidak akan rancu. Paraulama tidak akan merasa cukup (dalam membacanya dan mempelajarinya), Alquran tidak akan usang karena banyak pengulangan, dan tidak akan habis keajaibannya. Dialah Alquran, di mana jin tidak berhenti mendengarnya sehingga mereka mengatakan; “Sungguh kami mendengar Alquran yang penuh keajaiban, menunjukkan ke jalan lurus, maka kami beriman kepadanya”. Barangsiapa yang berkata dengannya pasti benar, barangsiapa beramal dengannya pasti diberi pahala, barangsiapa berhukum dengannya pastilah adil, dan barangsiapa mengajak kepadanya pastilah ditunjuki ke jalan yang lurus.”
11. Pembaca Alquran akan ditinggikan derajatnya
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِي الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَأُ بِهَا
Akan dikatakan kepada pembaca Alquran “Bacalah dan naiklah (ke derajat yang tinggi), serta tartilkanlah sebagaimana kamu mentartilkannya ketika di dunia, karena kedudukanmu pada akhir ayat yang kamu baca.” (Hasan shahih, HR. Tirmidzi)
12. Dengan Alquran, Allah meninggikan suatu kaum dan dengannya pula Allah merendahkan suatu kaum
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ
Sesungguhnya Allah meninggikan suatu kaum karena Alquran ini dan merendahkan juga karenanya.” (HR. Muslim)
Yakni bagi orang yang mempelajari Alquran dan mengamalkan isinya, maka Allah akan meninggikannya. Sebaliknya, bagi orang yang mengetahuinya, namun malah mengingkarinya, maka Allah akan merendahkannya.
13. Orang yang membaca Alquran secara terang-terangan seperti bersedekah secara terang-terangan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اَلْجَاهِرُ بِالْقُرْآنِ كَالْجَاهِرِ بِالصَّدَقَةِ وَ الْمُسِرُّ بِالْقُرْآنِ كَالْمُسِرِّ بِالصَّدَقَةِ
Orang yang membaca Alquran terang-terangan seperti orang yang bersedekah terang-terangan, dan orang yang membaca Alquran secara tersembunyi seperti orang yang bersedekah secara sembunyi.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’i, lihat Shahihul Jaami’: 3105)
Oleh karena itu, bagi orang yang khawatir riya’ lebih utama membacanya secara sembunyi. Namun jika tidak khawatir, maka lebih utama secara terang-terangan.
14. Para penghapal Alquran dimuliakan oleh Islam
Di antara bentuk pemuliaan Islam kepada mereka adalah:
  • Mereka lebih berhak diangkat menjadi imam
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Hendaknya yang mengimami suatu kaum itu orang yang paling banyak (hapalan) terhadap Kitab Allah Ta’ala (Alquran). Jika mereka sama dalam hapalan, maka yang lebih mengetahui tentang sunah. Jika mereka sama dalam pengetahuannya tentang sunah, maka yang paling terdepan hijrahnya. Jika mereka sama dalam hijrahnya, maka yang paling terdepan masuk Islamnya –dalam riwayat lain disebutkan “Paling tua umurnya”-, janganlah seorang mengimami orang lain dalam wilayah kekuasaannya, dan janganlah ia duduk di tempat istimewa yang ada di rumah orang lain kecuali dengan izinnya.” (HR. Muslim)
  • Mereka lebih didahulukan dimasukkan ke dalam liang lahad, jika banyak orang yang meninggal
Pada saat perang Uhud banyak para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang gugur, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar yang lebih didahulukan dimasukkan ke liang lahad adalah para penghapal Alquran.
  • Berhak mendapatkan penghormatan di masyarakat
Oleh karena itu, di zaman Umar bin Khaththab radhiallahu ‘anhu, para penghapal Alquran duduk di majlis musyawarahnya.
  • Berhak diangkat menjadi pimpinan safar
Imam Tirmidzi meriwayatkan –dan dia menghasankannya- bahwa Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengirim utusan beberapa orang, lalu beliau meminta masing-masing untuk membacakan Alquran, maka mereka pun membacakan Alquran. Ketika itu ada anak muda yang ternyata lebih banyak hapalannya, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya: “Surat apa saja yang kamu hapal, wahai fulan?” Ia menjawab: “Saya hapal surat ini, itu dan surat Al Baqarah.” Beliau berkata: “Apakah kamu hapal surat Al Baqarah?” Ia menjawab: “Ya.” Maka Beliau bersabda: “Berangkatlah, kamulah ketuanya.”
Ketika itu ada seorang yang terkemuka di antara mereka berkata: “Demi Allah, tidak ada yang menghalangiku untuk mempelajari suratAl Baqarah selain karena khawatir tidak sanggup mengamalkannya.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
تَعَلَّمُوا الْقُرْآنَ، وَاقْرَأُوْهُ فَاِنَّ مَثَلُ الْقُرْآنِ لِمَنْ تَعَلَّمَهُ فَقَرَأَهُ وَقَامَ بِهِ كَمَثَلِ جِرَابٍ مَحْشُوٍّ مِسْكًا يَفُوْحُ رِيْحُهُ فِي كُلِّ مَكَانٍ، وَمَنْ تَعَلَّمَهُ فَيَرْقُدُ وَهُوَ فِي جَوْفِهِ كَمَثَلِ جِرَابٍ أُوْكِىَ عَلَى مِسْكٍ
Pelajarilah Alquran dan bacalah, karena perumpamaan Alquran bagi orang yang mempelajarinya kemudian membacanya seperti kantong yang penuh dengan minyak wangi, dimana wanginya semerbak ke setiap tempat, dan perumpamaan orang yang mempelajarinya kemudian tidur (tidak mengamalkannya) padahal Alquran ada di hatinya seperti kantong yang berisi minyak wangi namun terikat.”
15. Tanda cinta kepada Allah adalah mencintai Alquran
Ibnu Mas’ud berkata, “Barangsiapa yang ingin dicintai Allah dan Rasul-Nya, maka perhatikanlah: “Jika ia mencintai Alquran, berarti ia mencintai Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Thabraniy dengan isnad, di mana para perawinya tsiqah)
Utsman bin ‘Affan berkata, “Kalau sekiranya hati kita bersih, tentu tidak akan kenyang (membaca) kitabullah.”

Selasa, 17 Juni 2014

KELEMAHAN SEORANG WANITA

Yang Merasa Wanita Harus Baca, yang merasa Lelaki Harus Like

Kelemahan wanita
? Bila dia PERCANYA..
? Maka dia TERLALU PERCAYA..

? Bila dia MENYANYANGI..
? Maka dia MENYAYANGI SEPENUH HATI..

? Bila dia MEMBERI..
? Maka dia BERIKAN SEGALANYA..

Karena itulah, apabila BERHADAPAN dengan SEORANG LELAKI..

Wanita perlu lebih BERHATI², janji manis dibibir itu mungkin menjadi SEMBILU 
yang akan MENGIRIS HATI bertahun lamanya, impian dan harapan indah itu mungkin
 menjadi kenyataan yang MELUKAKAN..

Makanya, SELAGI BELUM PASTI. Jangan memberi sepenuh hati, selagi belum memiliki 
dan dimiliki SECARA HALAL dan SAH..
JANGAN MEMBERI segala²nya..

Bila kita terlalu mudah memberi..
Maka kelak nanti kita akan SANGAT SUKAR MELEPAS PERGI..
Dirimu amat MULIA, Maka untuk dapat merasakan BAHAGIA hadir di sisi, 
kamu perlu LEBIH TABAH dan BERHATI² dengan dugaan di sekelilingmu.. 
Sesungguhnya dirimu amat berharga..
11 Wasiat Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam kepada para Isteri

1. Selalu bersyukur terhadap pemberian Suami.
2. Selalu menghiasi diri dengan ketaatan kepada Allah azza wa jalla.
3. Selalu mencari ridha suami.
4. Selalu berusaha untuk taat kepada suami karena suami ibarat surga atau neraka bagi isteri.
5. Tidak menolak permintaan suami untuk tidur bersama.
6. Jangan menyakiti suami.
7. Berhiasalah untuk suami mu.
8. Dahulukan hak suami mu daripada ibadah sunnah.
9. Tidak keluar rumah tanpa izin dari suami.
10. Pandai pandailah bagi seorang isteri untuk mengatur keuangan.
11. Selalu berusaha terampil dalam urusan rumah.



Jumat, 13 Juni 2014

Cerita Rautan Meja Kayu 

 Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya.
 Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun.
 Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu.
 Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih.
 Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang orangtua
 yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan
 mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan.
 Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah.
 Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi
 taplak.
 Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan
 semua ini.
 "Kita harus lakukan sesuatu," ujar sang suami. "Aku sudah bosan
 membereskan semuanya untuk pak tua ini."
 Lalu, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di sudut
 ruangan.
 Di sana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya
 menyantap makanan.
 Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu
 untuk si kakek.
 Sering saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak
 sedih dari sudut ruangan.
 Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Meski tak
 ada gugatan darinya.
 Tiap kali nasi yang dia suap, selalu ditetesi air mata yang jatuh dari
 sisi pipinya.
 Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak
 menjatuhkan makanan lagi.
 Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua dalam diam. Suatu
 malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang
 memainkan mainan kayu.
 Dengan lembut ditanyalah anak itu. "Kamu sedang membuat apa?".
 Anaknya menjawab, "Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu, untuk
 makan saatku besar nanti.
 Nanti, akan kuletakkan di sudut itu, dekat tempat kakek biasa makan."
 Anak itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.
 Jawaban itu membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan terpukul. Mereka
 tak mampu berkata-kata lagi.
 Lalu, airmatapun mulai bergulir dari kedua pipi mereka. Walau tak ada
 kata-kata yang terucap, kedua orangtua ini mengerti, ada sesuatu yang
 harus diperbaiki.
 Mereka makan bersama di meja makan. Tak ada lagi omelan yang keluar saat
 ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda.
 Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja utama. Dan anak itu, tak
 lagi meraut untuk membuat meja kayu.
 Sahabat, anak-anak adalah persepsi dari kita. Mata mereka akan selalu
 mengamati, telinga mereka akan selalu menyimak, dan pikiran mereka akan
 selalu mencerna setiap hal yang kita lakukan.
 Mereka adalah peniru. Jika mereka melihat kita memperlakukan orang lain
 dengan sopan, hal itu pula yang akan dilakukan oleh mereka saat dewasa
 kelak.
 Orangtua yang bijak, akan selalu menyadari, setiap "bangunan jiwa" yang
 disusun, adalah pondasi yang kekal buat masa depan anak-anak.
 Mari, susunlah bangunan itu dengan bijak. Untuk anak-anak kita, untuk
 masa depan kita, untuk semuanya.
 Sebab, untuk merekalah kita akan selalu belajar, bahwa berbuat baik pada
 orang lain, adalah sama halnya dengan tabungan masa depan.
 Jika anak hidup dalam kritik, ia belajar mengutuk.
 Jika anak hidup dalam kekerasan, ia belajar berkelahi.
 Jika anak hidup dalam pembodohan, ia belajar jadi pemalu.
 Jika anak hidup dalam rasa dipermalukan, ia belajar terus merasa
 bersalah.
 Jika anak hidup dalam toleransi, ia belajar menjadi sabar.
 Jika anak hidup dalam dorongan, ia belajar menjadi percaya diri.
 Jika anak hidup dalam penghargaan, ia belajar mengapresiasi.
 Jika anak hidup dalam rasa adil, ia belajar keadilan.
 Jika anak hidup dalam rasa aman, ia belajar yakin.
 Jika anak hidup dalam persetujuan, ia belajar menghargai diri sendiri.
 Jika anak hidup dalam rasa diterima dan persahabatan, ia belajar mencari
 cinta di seluruh dunia.
 Betapa terlihat di sini peran orang tua sangat penting karena mereka
 diistilahkan oleh Khalil Gibran
 sebagai busur kokoh yang dapat melesatkan anak-anak dalam menapaki jalan
 masa depannya.
 Tentu hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan esok harus lebih
 baik dari hari ini dan tentu kita selalu berharap generasi yang akan
 datang harus lebih baik dari kita....

 Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia
 dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.
 Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur
 lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan
 kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan
 ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia . Mengucapkan kata ah
 kepada orang tua tidak dlbolehkan oleh agama apalagi mengucapkan
 kata-kata atau memperlakukan mereka dengan lebih kasar daripada itu.
 (Al Israa' : 23)
10 Sifat Mahmudah (terpuji)



Imam Al Ghazali r.a. telah menggariskan 10 sifat Mahmudah (terpuji) di dalam
kitab Arbain Fi Usuluddin:

1. Taubat
yaitu kembali daripada keburukan kepada kebaikan dengan beberapa syarat yang
tertentu.
Firman Allah S.W.T. yang berarti :
Dan mohonlah  ampun kepada Allah , sesungguhnya  ia Maha Pengampun lagi Maha
Pengasih.
(Surah Al Muzammil - Ayat 20)

Syarat-syarat taubat:
* Meninggalkan maksiat atau perkara dosa tersebut.
* Menyesal atas maksiat atau dosa yang telah dilakukan.
* Berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
* Mengembalikan hak-hak makhluk yang dizalimi.
* Mengerjakan perkara-perkara fardhu yang telah luput.

Beberapa faedah dan hikmah taubat iaitu:
* Menghidupkan jiwa yang resah karena dosa.
* Mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Taala.
* Meningkatkan ketaqwaan diri.
* Membenteras  tipu-daya syaitan yang selama  ini memerangkap manusia dengan
berbuat dosa dan maksiat.
* Memperolehi kemuliaan dan anugerah Allah Subhanahu Wa Taala dalam hidup di
dunia
dan akhirat.

2. Khauf (takut)
Khauf bererti  takut akan Allah  s.w.t., iaitu rasa gementar  dan rasa gerun
akan kekuatan dan kebesaran  Allah s.w.t. serta takutkan kemurkaanNya dengan
mengerjakan   segala   perintahNya  dan   meninggalkan  segala   laranganNya
Firman  Allah s.w.t.  yang  berarti :  Dan kepada  Akulah  ( Allah  ) sahaja
hendaklah  kamu  merasa gerun  dan  takut  bukan kepada  sesuatu yang  lain.
( Surah Al-Baqarah - Ayat 40 )

3. Zuhud
Dunia adalah  sebagai tempat  berbuat kebaikan dan amal  soleh untuk akhirat
yang kekal abadi selama-lamanya.

4. Sabar
*  Yaitu menahan  diri  dari keluh  kesah pada  sesuatu yang  tidak disukai.
*   Sifat   sabar   perlu    ketika   menghadapi   tiga   perkara   berikut:
1. Menahan diri dari keluh kesah dan menahan diri dari mengadu kepada selain
Allah   subhanahu  wataala        ketika  tertimpa   musibah  atau  bencana.
2. Menahan diri dalam mengerjakan semua perintah Allah.
3. Menahan diri dalam meninggalkan semua larangan Allah.

5. Syukur
yaitu  mengaku dan  memuji  Allah atas  nikmat yang  diberi  dan menggunakan
segala  nikmat  itu  untuk  berbuat  taat kepada  Allah  subhanahu  wataala.

6. Ikhlas
Sifat ikhlas ialah memfokuskan niat dalam setiap ibadah atau kerja dilakukan
semata-mata karena  Allah subhanahu wa  taala dan diqasadkan (  niat ) untuk
menjunjung  perintah semata-mata  serta membersihkan  hati dari dosa  riya ,
ujub atau menginginkan pujian manusia.

7. Tawakkal
yaitu menetapkan hati dan berserah kepada Allah atas segala hal, yakin bahwa
Allah adalah  yang mengadakan dan memerintahkan  tiap-tiap sesuatu. Berserah
kepada   Allah   hendaklah    disertai   dengan   ikhtiar   yang   sempurna.

8. Mahabbah (kasih sayang)
Cintailah manusia dengan apa yang engkau cintai bagi dirimu sendiri, niscaya
engkau menjadi manusia yang paling adil

9. Ridha
Ridha akan segala ketetapan Allah.

10. Dzikrul Maut (mengingat mati)
Senantiasa mengingat bahwa kematian  itu pasti mendatangi masing-masing dari
kita.

CERITA SEGELAS SUSU

Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan daripintu ke pintu,menemukan bahwa dikantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan diasangat lapar.Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya.Akan tetapi anakitu kehilangan keberanian saat seorang wanita  muda membuka pintu rumah.Anak itu tidak jadimeminta makanan, ia hanya berani meminta  segelas air.Wanita muda tersebut melihat, dan berpikir bahwa  anak lelaki tersebutpastilah lapar, oleh karena ituia membawakan segelas besar susu.Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya, "berapasaya harusmembayar untuk segelas besar susu ini ?"Wanita itu menjawab: "Kamu tidak perlu membayar apapun"."Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan" katawanita itumenambahkan.Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata :" Dari dalamhatiku aku berterimakasih pada anda."Sekian tahun kemudian, wanita muda tersebut mengalami sakit yang sangatkritis. Para dokterdikota itu sudah tidak sanggup menganganinya. Mereka akhirnya mengirimnya kekota besar,dimana terdapat dokter spesialis yang mampu menangani penyakit langkatersebut.Dr. Howard Kelly dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Pada saat iamendengar nama kotaasal si wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada mata dokterKelly.Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumahsakit, menuju kamarsi wanita tersebut.Dengan berpakaian jubah kedokteran ia menemui si wanita itu. Ia langsungmengenali wanita itu pada sekali pandang.Ia kemudian kembali ke ruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upayaterbaik untukmenyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai hari itu, Ia selalu memberikanperhatian khusus pada kasus wanita itu.Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh kemenangan...Wanita itu sembuh !!.Dr. Kelly meminta bagian keuangan rumah sakit  untuk mengirimkan seluruhtagihan biayapengobatan kepadanya untuk persetujuan. Dr. Kelly melihatnya, dan menuliskansesuatupada pojok atas lembar tagihan, dan kemudian mengirimkannya ke kamar pasien.Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa iatak akan mampumembayar tagihan tersebut walaupun harus dicicil seumur hidupnya.Akhirnya Ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan adasesuatu yang menarikperhatuannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia membaca tulisanyang berbunyi.."Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu.." tertanda, DR Howard Kelly.Air mata kebahagiaan membanjiri matanya. Ia berdoa: "Tuhan, terima kasih,bahwa cintamu telahmemenuhi seluruh bumi melalui hati dan tangan manusia."

Realita Hidup Yang Sebenarnya

>          > Rata-rata manusia meninggal dunia antara usia 60
>          > thn-70thn (mayoritas)
>          >
>          >
>          >
>          > Pukul rata manusia meninggal ± 65 th, beruntung yg
>          > diberikan umur panjang dan dimanfaatkan sisa
>          > umurnya.
>          >
>          >
>          >
>          >
>          > ?Baligh: Start untuk seseorang di perhitungkan amal
>          > baik atau buruknya selama
>          >                   hidup di dunia?
>          > Laki-laki Baligh ± 15 tahun
>          >
>          > Wanita Baligh    ± 12 tahun
>          >
>          >
>          >
>          >
>          > Usia Yang tersisa untuk kita beribadah kepada-Nya
>          > kita pukul rata dengan rumus:
>          >
>          >
>          >     MATI-BALIGH= sisa USIA ?????..65-15= 50 tahun
>          >
>          >
>          >
>          >
>          >
>          > Lalu 50 tahun ini digunakan untuk apa saja ?
>          >
>          >  []
>          > [Flowchart: Multidocument: Catatan:50 tahun= ]
>          >
>          >
>          > 12 jam siang hari
>          > 12 jam malam hari
>          >                              24 jam
>          > satuharisatumalam
>          >
>          >
>          >
>          >
>          >
>          > Mari kita tela?ah bersama.
>          >
>          > Waktu kita tidur ± 8 jam/hari
>          > Dalam 50 tahun waktu yang habis dipakai tidur 18250
>          > hari x 8 jam= 146000 jam=16 tahun, 7 bulan??
>          > di bulatkan jadi 17 tahun
>          >
>          > Logikanya : Alangkah sayangnya waktu 17 tahun habis
>          > di gunakan untuk tidur, padahal kita akan tertidur
>          > dari dunia untuk selamanya?
>          >
>          > Catatan: Yang lebih bermasalah lagi bagi mereka yang
>          > tumor alias tukang molor, bisa jadi 12 jam/hari =25
>          > tahun habis tertidur!!! Hati-hati dengan penyakit
>          > ?TUMOR?
>          >
>          > Waktu aktivitas kita di siang hari ± 12 jam
>          > Dalam 50 tahun waktu yang habis dipakai
>          > aktivitas:18250 hari x12 jam=219000 jam= 25 tahun
>          >
>          > Aktivitas disiang hari : Ada yang bekerja, atau
>          > bercinta, ada yang belajar atau mengajar, ada yang
>          > sekolah atau kuliah, ada yang makan sambil
>          > jalan-jalan, ada pula yang gambling sambil maling?
>          > dan masih banyak lagi aktivitas lainnya yang tak
>          > pernah bisa disamaratakan satu dengan yang lain??..
>          >
>          > Waktu aktivitas santai atau rilexsasi ± 4 jam
>          > Dalam 50 tahun waktu yang dipakai rileksasi 18250
>          > hari x 4 jam= 73000 jam = 8 tahun
>          >
>          > Realisasi rileksasi: biasanya nonton tv sambil minum
>          > kopi, ada pula yang belajar mati-matian/bikin
>          > contekan habis-habisan buat ujian, atau mungkin
>          > dihabiskan termenung di buai khayalan??
>          >
>          >
>          >    17 tahun + 25 tahun + 8 tahun = 50 tahun   Plus
>          >                     plos/ Balance
>          >               Tidur??Ngelembur?Nganggur
>          >
>          >
>          > Lalu kapan Ibadahnya?
>          > Padahal manusia diciptakan-Nya  tiada lain dan tiada
>          > bukan untuk semua dan segalanya hanyalah beribadah
>          > kepada-Nya, karena satu hal yang pasti kita akan
>          > kembali ke alam hakiki Illahi.
>          >
>          >
>          >      ? Maut datang menjemput tak pernah bersahut
>          >       Malaikat datang menuntut untuk merenggut
>          >
>          > Manusia tak kuasa untuk berbicara
>          >
>          >       Tuhan Maha Kuasa atas syurga dan Neraka?
>          >
>          >
>          > Memang benar! kuliah itu ibadah, kalau niat
>          > kuliahnya  untuk ibadah, lha wong kita mah kuliah
>          > mau nyari ijazah, bakal nanti bekerja agar mudah
>          > mencari nafkah?
>          >
>          > Memang benar ! Bekerja cari nafkah itu ibadah, tapi
>          > bekerja yang bagaimana? Orang kita bekerja sikut
>          > sanah sikut sinih, banting tulang banting orang,
>          > tujuan utamanya cari uang buat beli barang-barang
>          > biar dipandang orang-orang?..
>          >
>          >    ?jarang orang menolak untuk di puji dan di puja
>          >               tatkala mereka berjaya ?
>          >
>          >
>          > Pernah kita membaca bismillah saat hendak berangkat
>          > kuliah tapi sayang hanya sekedar pernah?
>          > Pernah kita berniat mulia saat hendak mencari
>          > nafkah, tapi semuanya terlupa ketika melihat
>          > gemerlapnya dunia.
>          >
>          > Lalu kapan ibadahnya?
>          > Oh mungkin saat sholat yang 5 waktu itu dianggap
>          > cukup ?!
>          > Karena kita pikir; sholat begitu besar pahalanya,
>          > sholat amalan yang dihisab paling pertama, sholat
>          > jalan untuk membuka pintu syurga???Kenapa kita harus
>          > cukup kalau ibadah kita hanyalah sholat kita !
>          >
>          > Berapa sholat kita dalam 50 tahun ?
>          >
>          > 1x sholat = ± 10 menit ?..5x sholat ± 1 jam
>          > Dalam waktu 50 tahun waktu yang terpakai
>          > sholat=18250 hari x I jam =18250 jam= 2 tahun
>          > ini dengan asumsi semua sholat kita diterima oleh
>          > Allah swt.
>          >
>          > Kesimpulan: waktu yang kita manfaatkan dalam 50
>          > tahun di dunia cuma 2 tahun untuk sholat????
>          > 2 tahun dari 50 tahun kesempatan kita?.itupun belum
>          > tentu sholat kita bermakna berpahala dan di terima..
>          >
>          > Dan sekiranya sholat kita selama 2 tahun berpahala
>          > rasa-rasanya tidak sebanding dengan perbuatan
>          > dosa-dosa kita selama 50 tahun; dalam ucap kata kita
>          > yang selalu dusta, baik yang terasa maupun yang di
>          > sengaja, dalam ucap kata kita yang selalu cerca
>          > terhadap orangtua, dalam harta kaya kita yang selalu
>          > kikir terhadap orang faqir, dalam setiap laku
>          > langkah kita yang selalu bergelimang dosa.
>          >
>          > Logika dari logikanya:
>          > Bukan satu yang tidak mungkin kita umat di akhir
>          > jaman akan berhamburan di neraka untuk mendapatkan
>          > balasan kelalaian.
>          > Terlalu banyak waktu yang terbuang percuma selama
>          > manusia hidup di dunia dan semuanya itu akan menjadi
>          > bencana.
>          >
>          > Solusi:
>          > Tiada kata terlambat walaupun waktu bergulir cepat,
>          > isilah dengan sesuatu apa yang bermanfaat . Jangan
>          > di tunda-tunda lagi?
>          > Ingat malaikat maut akan datang kepada siapa saja,
>          > dimana saja dan kapan saja. Akhirat adalah tujuan
>          > kita yang terakhir ! Apakah kita siap menyambut

>          > malaikat maut kapan saja dan dimana saja ?
ADAB TIDUR DALAM ISLAM DAN MANFAATNYA

  • Tidak tidur terlalu malam setelah sholat isya kecuali dalam keadaan darurat seperti untuk mengulang (muroja’ah) ilmu atau adanya tamu atau menemani keluarga, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Barzah radhiyallahu ‘anhu

“Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘allaihi wasallam membenci tidur malam sebelum (sholat Isya) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya” [Hadist Riwayat Al-Bukhari No. 568 dan Muslim No. 647 (235)]

  • Hendaknya tidur dalam keadaan sudah berwudhu, sebagaimana hadits :

“Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat”  (HR. Al-Bukhari No. 247 dan Muslim No. 2710)

  • Hendaknya mendahulukan posisi tidur di atas sisi sebelah kanan (rusuk kanan sebagai tumpuan) dan berbantal dengan tangan kanan, tidak mengapa apabila setelahnya berubah posisinya di atas sisi kiri (rusuk kiri sebagai tumpuan). Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah :

“Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu”  (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya”  (HR. Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi No. 3395, Ibnu Majah No. 3877 dan Ibnu Hibban No. 2350)

  • Tidak dibenarkan telungkup dengan posisi perut sebagai tumpuannya baik ketika tidur malam atau pun tidur siang.

“Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang dimurkai Allah Azza Wa Jalla”  (HR. Abu Dawud dengan sanad yang shohih)

  • Membaca ayat-ayat Al-Qur’an, antara lain :
  1. Membaca ayat kursi
  2. Membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqoroh
  3. Mengatupkan dua telapak tangan lalu ditiup dan dibacakan surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas kemudian dengan dua telapak tangan mengusap dua bagian tubuh yang dapat di jangkau dengannya di mulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan, hal ini diulangi sebanyak 3 kali  (HR. Al-Bukhari dalam Fathul Bari XI/277 No. 4439, 5016 (cet. Daar Abi Hayan) Muslim No. 2192, Abu Dawud No. 3902, At-Tirmidzi)

  • Hendaknya mengakhiri berbagai doa tidur dengan doa berikut :

“Bismikarabbii wa dho’tu jambii wa bika arfa’uhu in amsakta nafsii farhamhaa wa in arsaltahaa fahfazhhaa bimaa tahfazha bihi ‘ibaadakasshaalihiin”

“Dengan Nama-Mu, ya Rabb-ku, aku meletakkan lambungku. Dan dengan Nama-Mu pula aku bangun daripadanya. Apabila Engkau menahan rohku (mati), maka berilah rahmat padanya. Tapi apabila Engkau melepaskannya, maka peliharalah, sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang shalih”  (HR. Al-Bukhari No. 6320, Muslim No. 2714, Abu Dawud No. 5050 dan At-Tirmidzi No. 3401)

  • Disunnahkan apabila hendak membalikkan tubuh (dari satu sisi ke sisi yang lain) ketika tidur malam untuk mengucapkan doa :

“laa ilaha illallahu waahidulqahhaaru rabbussamaawaati wal ardhi wa maa baynahumaa ‘aziizulghaffaru”

“Tidak ada Illah yang berhak diibadahi kecuali Alloh yang Maha Esa, Maha Perkasa, Rabb yang menguasai langit dan bumi serta apa yang ada diantara keduanya, Yang Maha Mulia lagi Maha Pengampun.”  (HR. Al-Hakim I/540 disepakati dan dishohihkan oleh Imam adz-Dzahabi)

  • Apabila merasa gelisah, risau, merasa takut ketika tidur malam atau merasa kesepian maka dianjurkan sekali baginya untuk berdoa sebagai berikut :

“A’udzu bikalimaatillahi attammati min ghadhabihi wa ‘iqaabihi wa syarri ‘ibaadihi wa min hamazaatisysyayaathiin wa ayyahdhuruun.”

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, siksa-Nya, dari kejahatan hamba-hamba-Nya, dari godaan para syaitan dan dari kedatangan mereka kepadaku” (HR. Abu Dawud No. 3893, At-Tirmidzi No. 3528 dan lainnya)

  • Memakai celak mata ketika hendak tidur, berdasarkan hadits Ibnu Umar :

“Bahwasanya Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa memakai celak dengan batu celak setiap malam sebelum beliau hendak tidur malam, beliau sholallahu ‘alaihi wassalam memakai celak pada kedua matanya sebanyak 3 kali goresan”  (HR. Ibnu Majah No. 3497)

  • Hendaknya mengibaskan tempat tidur (membersihkan tempat tidur dari kotoran) ketika hendak tidur. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :

“Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil potongan kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan ‘bismillah’, karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi”  (HR. Al Bukhari No. 6320, Muslim No. 2714, At-Tirmidzi No. 3401 dan Abu Dawud No. 5050)

  • Jika sudah bangun tidur hendaknya membaca do’a sebelum berdiri dari tempat pembaringan, yaitu :

“Alhamdulillahilladzii ahyaanaa ba’damaa amaatanaa wa ilayhinnusyuur”

“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah ditidurkan-Nya dan kepada-Nya kami dibangkitkan”  (HR. Al-Bukhari No. 6312 dan Muslim No. 2711)

  • Hendaknya menyucikan hati dari setiap dengki yang (mungkin timbul) pada saudaranya sesama muslim dan membersihkan dada dari kemarahannya kepada manusia lainnya.

  • Hendaknya senantiasa menghisab (mengevaluasi) diri dan melihat (merenungkan) kembali amalan-amalan dan perkataan-perkataan yang pernah diucapkan.

  • Hendaknya segera bertaubat dari seluruh dosa yang dilakukan dan memohon ampun kepada Alloh dari setiap dosa yang dilakukan pada hari itu.

  • Setelah bangun tidur, disunnahkan mengusap bekas tidur yang ada di wajah maupun tangan

“Maka bangunlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari tidurnya kemudian duduk sambil mengusap wajah dengan tangannya.” [HR. Muslim No. 763 (182)]

  • Bersiwak.

“Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bangun malam membersihkan mulutnya dengan bersiwak.” (HR. Al Bukhari No. 245 dan Muslim No. 255)

  • Beristinsyaq dan beristintsaar (menghirup kemudian mengeluarkan atau menyemburkan air dari hidung).

“Apabila salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya, maka beristintsaarlah tiga kali karena sesunggguhnya syaitan bermalam di rongga hidungnya”  (HR. Bukhari No. 3295 dan Muslim No. 238)

  • Mencuci kedua tangan tiga kali, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :

“Apabila salah seorang di antara kamu bangun tidur, janganlah ia memasukkan tangannya ke dalam bejana, sebelum ia mencucinya tiga kali”  (HR. Al-Bukhari No. 162 dan Muslim No.278)

  • Anak laki-laki dan perempuan hendaknya dipisahkan tempat tidurnya setelah berumur 6 tahun. (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi)

  • Tidak diperbolehkan tidur hanya dengan memakai selimut, tanpa memakai busana apa-apa. (HR. Muslim)

  • Jika bermimpi buruk, jangan sekali-kali menceritakannya pada siapapun kemudian meludah ke kiri tiga kali (diriwayatkan Muslim IV/1772), dan memohon perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk dan dari keburukan mimpi yang dilihat. (Itu dilakukan sebanyak tiga kali) (diriwayatkan Muslim IV/1772-1773). Hendaknya berpindah posisi tidurnya dari sisi sebelumnya. (diriwayatkan Muslim IV/1773). Atau bangun dan shalat bila mau. (diriwayatkan Muslim IV/1773).

  • Tidak diperbolehkan bagi laki-laki tidur berdua (begitu juga wanita) dalam satu selimut. (HR. Muslim)