Total Tayangan Halaman

Selasa, 20 Januari 2015



Hukuman Allah Bagi Orang Yang Meninggalkan Sholat 5 Waktu

6 Siksa di Dunia Orang yang Meninggalkan Shalat Fardhu :

1. Allah SWT mengurangi keberkatan umurnya.
2. Allah SWT akan mempersulit rezekinya.
3. Allah SWT akan menghilangkan tanda/cahaya shaleh dari raut wajahnya.
4. Orang yang meninggalkan shalat tidak mempunyai tempat di dalam islam.
5. Amal kebaikan yang pernah dilakukannya tidak mendapatkan pahala dari Allah SWT.
6. Allah tidak akan mengabulkan doanya.

3 Siksa Orang yang Meninggalkan Shalat Fardhu Ketika Menghadapi Sakratul Maut :

1. Orang yang meninggalkan shalat akan menghadapi sakratul maut dalam keadaan hina.
2. Meninggal dalam keadaan yang sangat lapar.
3. Meninggal dalam keadaan yang sangat haus.

3 Siksa Orang yang Meninggalkan Shalat Fardhu di Dalam Kubur :

1. Allah SWT akan menyempitkan kuburannya sesempit sempitnya.
2. Orang yang meninggalkan shalat kuburannya akan sangat gelap.
3. Disiksa sampai hari kiamat tiba.

3 Siksa Orang yang Meninggalkan Shalat Fardhu Ketika Bertemu Allah :

1. Orang yang meninggalkan shalat di hari kiamat akan dibelenggu oleh malaikat.
2. Allah SWT tidak akan memandangnya dengan kasih sayang.
3. Allah SWT tidak akan mengampunkan dosa dosanya dan akan di azab sangat pedih di neraka.

Dosa Meninggalkan Shalat Fardhu :

1. Shalat Subuh : satu kali meninggalkan akan dimasukkan ke dalam neraka selama 30 tahun yang sama          dengan 60.000 tahun di dunia.
2. Shalat Zuhur : satu kalo meninggalkan dosanya sama dengan membunuh 1.000 orang umat islam.
3. Shalat Ashar : satu kali meninggalkan dosanya sama dengan menutup/meruntuhkan ka’bah.
4. Shalat Magrib : satu kali meninggalkan dosanya sama dengan berzina dengan orangtua.
5. Shalat Isya : satu kali meninggalkan tidak akan di ridhoi Allah SWT tinggal di bumi atau di bawah langit serta makan dan minum dari nikmatnya.
LIMA "golongan" ORANG YANG AKAN DILINDUNGI ALLAH DARI CUACA YANG PANAS PADA PADANG MASHAR
1. Orang yang sering shalat
2. Orang yang sering mengaji
3. Orang yang jauh dari kemaksiatan
4. Orang yang sering bersedekah
5. Orang yang menangis karena dosa.
Wallahua'lam...
Semoga yang vote dan mengAamiinkan doa ini termasuk orang yang yang dilindungi Allah di padang mashar.


Penebang Kayu

Suatu ketika hiduplah seorang penebang kayu muda. Dia tinggal bersama seorang istri yang baik. Setiap hari penebang ini pergi ke hutan dan menebang setiap pohon yang layak untuk dipotong lalu menjualnya ke kota.

Pada suatu pagi si Penebang berkata pada istrinya, "Bu, aku akan menebang 10 pohon hari ini. Aku merasa aku masih kuat untuk itu semua." Sang istri merasa senang. Ia pun lalu melepas kepergian suaminya ke hutan. Betul saja di senja hari Penebang itu kembali dengan membawa uang hasil penjualan 10 pohon.

Hal itu terus berlaku dari hari ke hari. Pagi-pagi sekali Penebang muda itu selalu bergegas pergi untuk menebang pohon. Namun lama kemudian hasil di dapat dirasakan makin menurun. Minggu berikutnya si penebang hanya mampu menghasilkan 8 pohon. Lalu 6 pohon di minggu berikutnya. Sampai akhirnya si penebang muda ini cuma mampu menebang 3 pohon.

"Ah, mengapa ini semua terjadi. Bukankan aku masih muda dan kuat?" keluh si Penebang, "Untuk orang seusiaku pasti akan ada lebih banyak pohon yang dapat ditebang." Sang istri hanya mendengarkan. "Hmm... atau apakah aku sudah mulai tua?" keluhnya lagi.

Istrinya yang semula diam mulai angkat bicara. "Suamiku, engkau memang masih muda dan ya.. aku yakin engkau bisa menebang lebih banyak lagi. Namun engkau juga harus ingat engkau harus mengasah kapak-kapakmu sebelum pergi bekerja. Sia-sialah semua tenagamu kalau kau hanya punya kapak yang tumpul. Suamiku, kita tak dapat selalu berharap hasil tebangan yang banyak kalau kita selalu lupa untuk mengasah kapak yang kita miliki."

Teman, kita adalah juga si penebang muda tadi. Terlalu sering kita berharap untuk mendapatkan banyak hasil tanpa berusaha melihat ke dalam diri kita. Terlalu sering kita bermohon kepada Allah untuk mendapatkan pahala dan imbalan yang sesuai namun dengan kualitas ibadah yang minim sekali.

Kerapkali cuma sedikit waktu yang kita berikan untuk mengasah keimanan kita dengan harapan pahala yang berlimpah. Kita sering lupa untuk mengasah semuanya. Padahal disekeliling kita ada banyak sekali hal bisa dijadikan pengasah batin dan iman kita. Kebajikan-kebajikan sosial adalah salah satunya.

Dan teman, teruslah memberikan hikmah kita pada orang sekitar. Sebab bukankah keharuman bunga akan selalu semerbak pada tangan-tangan yang sering memberikan bunga?




KELUARGA YANG BERUNTUNG DEKAT DENGAN AL QUR'AN

Seseorang yang selalu dekat dengan Al-Quran dengan membaca, mempelajari dan mengamalkannya maka ia mendapat petunjuk. Sebaliknya, orang yang jauh dengan Al-Qur’an maka ia semakin jauh dari petunjuk. Jadi semakin dekat seseorang dengan Al-Quran maka ia semakin bahagia. Semakin jauh dengan Al-Quran maka ia semakin sengsara.

Untuk mengetahui sejauh mana kebahagiaan seseorang atau kesengsaraan seseorang, maka kita dapat melihatnya dari sejauh mana kedekatan seseorang dengan Al-Qur’an. Seseorang yang selalu dekat dengan Al-Qur’an dengan membaca, mempelajari dan mengamalkannya maka ia mendapat petunjuk. Sebaliknya, orang yang jauh dengan Al-Qur’an maka ia semakin jauh dari petunjuk. Jadi semakin dekat seseorang dengan Al-Qur’an maka ia semakin bahagia. Semakin jauh dengan Al-Qur’an maka ia semakin sengsara.

Orang tua yang berhasil mendidik dan mendekatkan anaknya kepada Al-Qur'an maka ia akan menjadi orang beruntung. Anaknya tersebut akan menjadi investasi menguntungkan untuknya di dunia dan akhirat. Anak yang hafidz tersebut akan memberikan tiket surga untuk orang tuanya di akhirat kelak.

Al-Qur'an sebagai petunjuk hidup. Ia ibarat pelita dan cahaya dalam kegelapan yang menerangi kehidupan manusia. Dengan cahaya ini manusia dapat mengetahui mana yang benar dan mana yang salah, mana yang petunjuk dan mana kesesatan.