Total Tayangan Halaman

Selasa, 10 Juni 2014

keajaiban pada hari jum'at


Keistimewaan ke-72: Mencari Karunia Allah SWT.
          Thobroni meriwayatkan dari Abdullah bin Busr, salah seorang sahabat Rasulullah SAW.:" أَنَّهُ كَانَ إِذَا صَلَّى الْجُمْعَةَ، خَرَجَ فَدَارَ فِيْ السُّوْقِ سَاعَةً، ثُمَّ رَجَعَ إِلَى اْلمَسْجِدِ، فقِيْلَ لَهُ: لِمَ تَفْعَلُ هَذَا؟ فَقَالَ: رَأَيْتُ سيِّدَ الْمُرْسَلِيْنَ يَفْعَلُهُ "Bahwasannya ketika beliau telah menyelesaikan salat jum’at, maka beliau keluar, dan memutari pasar selama beberapa saat, lalu beliau kembali menuju Masjid, lalu ditanyakan kepadanya: Mengapa engkau berbuat demikian?, beliau menjawab: Aku melihat pemimpinnya para rasul berbuat demikian.
          Penyusun kitab ini (Imam Suyuti) berpendapat: Seakan-akan hikmah dari perilaku sahabat tersebut adalah mengikuti perintah Allah SWT. pada ayat: فَإذَا قُضِيَتِ الصَّلاَةُ فَانْتَشِرُوا فِي الأَرْضِ وابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللهِApabila telah ditunaikan salat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia Allah” (QS. Al-Jum’ah:10)Keistimewaan ke-73: Pahala Menunggu Salat Asar setelah Pelaksanaan Salat Jum’at Menyamai Pahala Umroh          Imam Baihaqi dalam kitabnya Syu’ab Al Iman meriwayatkan sebuah hadis dari Sahl bin Sa’ad As Sa’idi, beliau berkata: Rasulullah SAW. bersabda:إِنَّ لَكُمْ فِي كُلِّ جُمْعَةٍ حَجَّةً وَعُمْرَةً،  فَالْحَجَّة الهَجِيْرَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ، وَاْلعُمْرَة انْتِظَارُ اْلعَصْرِ بَعْدَ الْجُمْعَةِSesungguhnya bagi kalian di setiap hari jum’at (pahala) haji dan umroh, pahala haji tersebut adalah pergi untuk melaksanakan salat jum’at, sedangkan pahala umroh adalah menunggu salat asar setelah pelaksanaan salat jum’at.Keistimewaan ke-74: Salat Sunnah Hifzul Qur’an pada Malam Jum’at.
          Imam Turmudzi, Hakim, dan Baihaqi dalam kitab Ad Da’awat, mereka meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra.: Bahwa suatu ketika Ali ra., mengadu kepada Rasulullah SAW.: Al Quran selalu lepas dari dadaku, dan aku  tidak menemukan solusi atas masalah ini, Rasulullah SAW. bersabda: Maukah engkau kuajari beberapa kalimat yang dengannya Allah SWT. akan memberikan manfaatnya kepadamu, dan engkau akan memberikan manfaat kepada orang yang kau ajari kalimat-kalimat ini, dan apa yang telah engkau pelajari bisa menetap di dadamu?. Jika malam  jum’at tiba, dan kamu mampu untuk mendirikan salat pada sepertiga malam yang akhir, (maka laksanakanlah), sebab sesungguhnya waktu tersebut adalah waktu yang disaksikan, dan doa pada waktu tersebut adalah doa yang mustajab. Saudaraku Ya’qub telah berkata kepada anak-anaknya: Aku akan memohonkan ampun untuk kalian kepada tuhanku, -Beliau (Ya’qub) berkata: (Aku menunggu untuk berdoa) hingga malam jum’at tiba- jika engkau tidak mampu (berdiri salat pada waktu tersebut), maka berdirilah pada pertengahan malam, jika tidak mampu juga, maka berdirilah pada awal malam, kemudian dirikanlah salat sebanyak empat roka’at, pada roka’at pertama bacalah Surat Al-Fatehah dan Surat Yasin, pada roka’at kedua bacalah Surat Al-Fatehah dan Surat Ad-Dukhon, pada roka’at ketiga bacalah surat Al-Fatehah dan Surat As-Sajadah, dan pada roka’at keempat bacalah surat Al-Fatehah dan surat Tabarok (Al Mulk). Jika engkau telah selesai dari tasyahhud, maka pujilah Allah, dan perbaguslah pujianmu kepada-Nya, dan bacalah sholawat atasku dan atas semua nabi, dan bacalahistighfar untuk orang-orang mu’min dan mu’minah (memintakan ampun untuk mereka), dan untuk saudara-saudaramu yang telah mendahuluimu dalam beriman (kepada Allah dan rasul-Nya), kemudian untuk mengakhiri semua itu bacalah doa:اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِتَرْكِ الْمَعَاصِي أَبَداً مَا أَبْقَيْتَنِي، وَارْحَمْنِي أَنْ أَتَكَلَّفَ مَا لَا يَعْنِيْنِيْ، وَارْزُقْنِي حُسْنَ النَّظَرِ فِيْمَا يُرْضِيْكَ عَنِّي، اللّهُمَّ بَدِيْعُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، وَالْعِزَّةِ الَّتِي لَا تُرَام،أَسْأَلُكَ يَا اللهُ يَا رَحْمنُ، بِجَلَالِكَ وَنُوْرِ وَجْهِكَ أَنْ تُلْزِمَ قَلْبِي حِفْظَ كِتَابِكَ كَمَا عَلَّمْتَنِي، وَارْزُقْنِي أَنْ أَتْلُوْهُ عَلَى النَّحْوِ الَّذِيْ يُرْضِيْكَ عَنِّي ،اَللّهُمَّ بَدِيْعُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، ذَا الْجَلَالِ وَاْلإِكْرَامِ، وَالْعِزَّةِ الَّتِي لَاتُرَام، أَسْأَلُكَ يَا اللهُ يَا رَحْمَن بِجَلَالِكَ وَنُوْرُ وَجْهِكَ، أَنْ تُنَوِّرَ بِكِتَابِكَ بَصَرِي، وَأَنْ تَطْلُقُ بِهِ لِسَانِي، وَأَنْ تُفَرِّجَ بِهِ عَنْ قَلْبِي، وَتَشْرَحَ بِهِ صَدْرِي، وَأنْ تَعْمَلَ بِهِ بَدَنِي، فَإِنَّهُ لَا يُعِيْنُنْي عَلَيَّ إِلَّا أَنْتَ، وَلَا حوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ“Ya Allah! kasihanilah aku dengan (cara) kutinggalkan kemaksiatan selama engkau masih memberiku umur, dan kasihanilah aku dari berbuat sesuatu yang tidak bermanfaat untukku, dan anugerahkanlah kepadaku berupa kebaikan penglihatan (pikiran) terhadap sesuatu, yang membuat engkau meridhoiku, Ya Allah pencipta langit dan bumi, yang memiliki keagungan, kemuliaan, dan kegagahan yang tak tertandingi, Ya Allah, wahai zat yang maha pengasih, aku meminta kepadamu, dengan keagunganmu dan cahaya wajahmu, agar engkau menetapkan hatiku untuk menghapal kitabmu, sebagaimana yang telah engkau ajarkan kepadaku, dan berilah aku rizki untuk selalu membacanya menurut cara yang membuat engkau meridhoiku, Ya Allah pencipta langit dan bumi, yang memiliki keagungan, kemuliaan, dan kegagahan yang tak tertandingi, aku meminta padamu dengan keagunganmu dan cahaya wajahmu, agar engkau menerangi hatiku dan melepaskan lisanku (memudahkan lisanku untuk membacanya) dengan kitabmu, dan agar engkau membuka hatiku dan melapangkan dadaku dengannya, dan karuniakanlah kepada diriku untuk mengamalkan (ajaran-ajaran Al Qur’an), sebab sesungguhnya tidak ada yang zat menolongku kecuali engkau, dan tiada daya dan upaya kecuali dengan seizinmu”. Engkau kerjakan hal itu selama tiga kali (malam) jum’at, atau lima kali, atau tujuh kali dengan seizin Allah ta’ala, demi zat yang telah mengutusku dengan membawa kebenaran, Allah SWT. tidak pernah berbuat salah kepada orang yang beriman.          Ibnu Abbas berkata: Demi Allah, tidaklah Ali mengamalkan hal itu selama lima atau tujuh kali (malam) jum’at, kemudian ia mendatangi Rasulullah SAW. dalam Majelis yang sama seraya berkata: wahai Rasulullah, beberapa waktu yang lalu aku tidak mampu menghapal Al Qur’an kecuali hanya empat ayat atau semisalnya, dan jika  aku (berkeinginan) membaca (hafalanku tersebut), maka lepaslah hapalan itu dari dadaku, tetapi pada hari ini aku mampu mempelajari 40 ayat atau semisalnya, dan jika aku (berkeinginan) membaca (hapalanku), maka seakan-akan Kitabullah berada di depan kedua mataku. Dan beberapa waktu yang telah lewat aku mendengar hadis (darimu), lalu jika aku mengulangnya maka terlepaslah (hadis tersebut) dari hatiku, dan sekarang aku mendengarkan hadis, dan jika aku ingin meriwayatkan (hadis yang aku dengar) maka tiada satu huruf pun yang menyimpang, lalu seketika itu Rasulullah SAW. bersabda: Demi Tuhan Pemilik Ka’bah, (engkau adalah) orang yang beriman.Imam Tirmidzi berkata: Hadis ini adalah hadis Hasan lagi Ghorib.
Keistimewaan ke-75: Menziarahi Kubur pada Hari Jum’at atau Malam Jum’at          Imam Hakim, Imam Turmudzi dalam kitabnya Nawadirul Usul, dan Imam Thobroni, mereka meriwayatkan sebuah hadis dari Abu Hurairah ra., beliau berkata: Rasulullah SAW. bersabda:مَنْ زَارَ قَبْرَ أَبَوَيْهِ أَوْ أَحَدَهُمَا فِي كُلِّ جُمْعَةٍ غُفِرَ لَهُ وَكُتِبَ بِرًاBarang siapa menziarahi kubur kedua orang tuanya, atau salah seorang dari mereka di setiap hari jum’at, maka diampunilah baginya dosanya, dan perbuatan itu dicatat sebagai kebaikan (untuknya).Keistimewaan ke-76: Pada Hari Jum’at Ahli Kubur Mengetahui Siapa yang Menziarahinya          Ibnu Abi Dunya dan Baihaqi dalam kitabnya Syu’ab Al Iman, keduanya meriwayatkan dari Muhammad bin Wasi’, beliau berkata:بَلَغَنِي أَنَّ الْمَوْتىَ يَعْلَمُوْنَ بِزُوَارِهِمْ يَوْمَ الْجُمْعَةِ وَيَوْماً قَبْلَهُ وَيَوْماً بَعْدَهُTelah sampai kepadaku suatu berita bahwa orang-orang mati itu mengetahui orang-orang yang menziarahi mereka pada hari jum’at, dan hari sebelumnya, dan hari setelahnya.Ibnu Abi Dunya dan Baihaqi juga meriwayatkan dari Dhohak, beliau berkata:مَنْ زَارَ قَبْراً يَوْمَ السَّبْتِ قَبْلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ عَلِمَ الْمَيِّتُ بِزِيَارَتِهِ ، قِيْلَ: وَكَيْفَ ذَلِكَ؟ قَالَ: لِمَكَانِ يَوْمِ الْجُمْعَةِBarang siapa menziarahi kubur pada hari sabtu sebelum matahari terbit, maka mayit mengetahui ziarahnya, lalu ditanyakan (kepadanya): bagaimana hal itu bisa terjadi?, beliau menjawab: Sebab kedudukan yang dimiliki hari jum’at.Keistimewaan ke-77: Pada Hari Jum’at, Amal Perbuatan Orang-orang yang Masih Hidup Diperlihatkan kepada Kerabat-kerabatnyanya yang Telah Wafat          Imam Turmudzi dan Imam Hakim dalam kitabnya Nawadir Al Usul, keduanya mengeluarkan sebuah hadis riwayat Abdul Ghofur bin Abdul Aziz, dari ayahnya, dari kakeknya, beliau berkata: Rasulullah SAW. bersabda:تُعْرَضُ الْأَعْمَالُ يَوْمُ الْاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الخَمِيْس عَلَى اللهِ، وَتُعْرَضُ عَلَى الْأَنْبِيَاءِ وَعَلَى اْلآبَاءِ وَالْأُمَّهَات يَوْمَ الْجُمْعَةِ، فَيَفْرَحُوْنَ بِحَسَنَاتِهِمْ وتَزْدَادُ وُجُوْهِهِمْ بَيَاضاً وَإِشْرَاقاًAmal perbuatan itu diperlihatkan kepada Allah pada hari senin dan hari kamis, dan diperlihatkan pula kepada para nabi, dan para bapak dan ibu pada hari jumat, lalu mereka menjadi gembira dengan amal baik mereka, dan wajah-wajah mereka bertambah putih dan bercahaya.          Imam Ahmad meriwayatkan sebuah hadis dengan sanad jayyid dari Abu Hurairah ra., beliau berkata: aku mendengar Rasulullah SAW. bersabda:إِنَّ أَعْمَالَ بَنِي آدَم تُعْرَضُ كُلُّ خَمِيْسِ لَيْلَةَ الجُمْعَةِ، فَلَا يُقْبَلُ عمَلُ قَاطِعِ رَحِمSesungguhnya amal perbuatan anak cucu adam diperlihatkan (kepada Allah SWT.) di setiap hari kamis malam jum’at, dan Allah SWT. tidak menerima amal perbuatan orang yang memutus tali silaturrahim.Keistimewaan ke-78: Pada Hari itu Burung-burung Berkata: Keselamatan, Keselamatan, Hari yang Baik
          Ibnu Abi Dunya dan Baihaqi meriwayatkan dari Muthorrif, bahwasannya beliau mendengar orang-orang mati berkata demikian (keselamatan, hari yang baik), sebab karomah yang dikaruniakan kepadanya, dan ketika itu beliau (Muthorif) dalam keadaan antara tidur dan sadar.Dainuri dalam kitabnya Al Mujalasah meriwayatkan dari Bakr bin Abdullah Al Muzani, beliau berkata:إِنَّ الطَّيْرَ لَتَلَقَّي الطَّيْر بَعْضُهَا بَعْضاً لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ، فَتَقُوْل لَهَا: أَشَعُرْتِ أَنَّ الْجُمْعَةَ غَداًSesungguhnya seekor burung saling bertemu satu sama lain pada malam jum’at, lalu bertanya: Apakah kamu merasakan bahwa besok pagi adalah hari jum’at.Keistimewaan ke-79:  Orang-orang yang Pergi ke Masjid untuk Melaksanakan Ibadah Jum’at seperti Halnya 70 Orang dari Kaum Nabi Musa yang terpilih          Thobroni dalam kitabnya Mu’jam Al Aushat meriwayatkan dari Anas ra., beliau berkata: Rasulullah SAW. bersabda:إِذَا رَاحَ مِنَّا سَبْعُوْنَ رَجُلاً إِلَى الْجُمْعَةِ كَانُوْا كَسَبْعِيْنَ مُوْسَى الَّذِيْنَ وَفَدُوْا إِلَى رَبِّهِمْ أَوْ أَفْضَلُApabila 70 lelaki dari umatku pergi melaksanakan salat jum’at, maka mereka bagaikan 70 orang dari kaum Nabi Musa yang terpilih, yang menghadap kepada tuhan mereka (bersama Musa as.), atau (70 lelaki dari umatku tersebut) lebih utama (dari mereka).Keistimewaan ke-80: Berpuasa pada Tiga Hari Berturut-turut (Rabu, Kamis dan Jum’at) adalah Maghfiroh (Pengampunan Dosa)          Thobroni, Baihaqi dan Asbahani dalam kitabnya At Targhib, mereka meriwayatkan dari Ibnu Umar ra., beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW. bersabda:مَنْ صَامَ يَوْمَ الْأرْبِعَاء وَالخَمِيْس وَالجُمْعَة ثُمَّ تَصَدَّقَ يَوْم الْجُمْعَةِ بِمَا قَلَّ مِنْ مَالِهِ أَوْ كَثُرَ، غُفِرَ لَهُ ذَنْبُ عَمَلِهِ حَتَّى يَصِيْرَ كيَوْمِ وِلَدَتِهِ أُمِّهِBarang siapa berpuasa pada hari rabu, kamis dan jum’at, kemudian menyedekahkan sebagian hartanya pada hari jum’at, sedikit atau banyak, maka diampuni baginya dosa dari perbuatan jeleknya, hingga keadaan ia seperti pada hari waktu ia dilahirkan oleh ibunya.          Baihaqi dalam kitabnya Syu’ab Al Iman meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra.: Bahwasannya beliau menyukai puasa pada hari rabu, kamis, dan jum’at, dan beliau memberi tahukan kepada kami bahwa Nabi SAW. memerintahkan berpuasa pada hari tersebut, dan juga memerintahkan bersedekah (pada hari tersebut), baik sedikit atau banyak, sebab sesungguhnya pada hari itu terdapat banyak keutamaan.Imam Baihaqi juga meriwayatkan sebuah hadis – menurutnya adalah hadisdho’if -  dari Anas ra., beliau berkata: Rasulullah SAW. bersabda:مَنْ صَامَ الْأَرْبِعَاء وَاْلخَمِيْس وَاْلجُمْعَة، بَنَى اللهُ لَهُ قَصْراً فِي الْجَنَّةِ مِنْ لُؤْلُؤٍ وَيَاقُوْتٍ وَزَمْرُدٍ، وَكَتَبَ اللهُ لَهُ بَرَاءَة مِنَ النَّارِBarang siapa berpuasa pada hari rabu, kamis, dan jum’at, maka Allah SWT. akan membangun untuknya di Surga sebuah istana dari berlian, permata dan zamrud, dan Allah mencatatnya sebagai orang yang terbebas dari neraka.          Imam Baihaqi juga meriwayatkan dari Abu Qotadah Al-Adawy, beliau berkata: tiada hari yang paling aku benci untuk berpuasa pada hari tersebut selain hari jum’at, dan aku tidak menyukai berpuasa pada hari jum’at, lalu ditanyakan kepada beliau: Bagaimana bisa seperti itu?, Beliau menjawab: Aku mengagumi hari yang berturut-turut, (karena) aku mengetahui keutamaan (berpuasa pada hari yang berturut-turut), dan aku tidak menyukai pengkhususan hari jum’at untuk berpuasa diantara hari-hari lainnya.          Sai’d bin Mansur berkata dalam kitabnya As Sunan: Abdul Aziz bin Muhammad menceritakan kepadaku dari Sofwan bin Salim, beliau berkata: Seorang lelaki dari Jusy`am menceritakan kepadaku dari Abu Hurairah ra., beliau berkata: Rasulullah SAW. bersabda:مَنْ صَامَ يَوْمَ الْجُمْعَةِ كَتَبَ اللهُ لَهُ عَشْرَة أَيَّامٍ غُراً مِنْ أَيَّامِ الآخِرَة لَا يُشَاكِلُهَا أَيَّامَ الدُّنْيَا
Barang siapa berpuasa pada hari jum’at, maka Allah SWT. mencatat baginya sepuluh hari yang bersinar dari hari-hari Akherat yang tidak serupa dengan hari-hari di Dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar