Berbaik Sangka adalah Bagian dari Iman
Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu anha pernah dituduh berselingkuh dengan Shofwan bin Muatthal r.a. Dalam sejarah, peristiwa itu dikenal dengan nama Hadits al-Ifk
(Gossip Murahan). Namun, Allah swt. membebaskan Aisyah dari tuduhan
keji itu dengan menurunkan wahyu kepada Rasulullah saw. (lihat al-Quran
surat an-Nur/24: 11-26)
Ketika
peristiwa itu sedang heboh, berkatalah istri Abu Ayyub kepada suaminya,
‘Wahai suamiku, apakah engkau mendengar apa yang diomongkan orang
tentang Aisyah?’
Abu Ayyub, sang suami, menjawab, ‘Ya, aku mendengarnya. Namun, semua omongan itu dusta belaka’.
Lalu Abu Ayyub balik bertanya kepada istrinya, ‘Engkau sendiri, wahai istriku, apakah mungkin melakukan selingkuh?’
Istrinya menjawab dengan tegas, ‘Demi Allah, aku tidak mungkin melakukannya!’
Abu Ayyub
berkata, ‘Baguslah kalau begitu. Engkau saja tidak mungkin melakukannya,
apalagi Aisyah. Tentu saja, Aisyah lebih baik dari kamu’.
Saudaraku,
Meskipun
Allah sudah memberikan pembelaan terhadap Aisyah, namun ada kelompok
tertentu yang sampai saat ini masih mendiskreditkan Aisyah. Mereka masih
mengaku Muslim. Sebenarnya, mereka adalah kelompok yang tidak
mempercayai al-Quran dan tidak mencintai Muhammad saw. Mereka adalah
kelompok yang hatinya penuh prasangka, padahal prasangka lebih banyak
tidak benarnya. Mereka tidak mendahulukan prasangka baik, padahal
bersangka baik adalah bagian dari iman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar