BANGSA YAHUDI INGKAR
Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 55-56
“Dan ingatlah ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak akan
beriman kepadamu sebelum kami dapat melihat Allah dengan jelas, maka
kamu disambar petir sedang kamu menyaksikannya. Kemudian Kami bangkitkan
kamu sesudah kematianmu supaya kamu bersyukur.”
Bangsa Yahudi yang dipilih oleh Nabi Musa untuk menyertainya ‘pergi
ke bukit Tursina ketika Musa kembali kepada mereka yang tiba-tiba
didapatinya telah menyembah patung anak sapi dengan penuh keingkaran dan
kesombongan berkata kepada Musa: “Kami tidak akan sudi mengakui
kebenaran ucapanmu, bahwa Kitab Suci yang engkau bawa itu dari Allah,
dan engkau telah mendengar firman-Nya serta Allah menyuruh supaya
menerima dan mengamalkan Kitab suci Nya sebelum kami dapat melihat wujud
Allah dengan mata kepala sendiri”.
Ucapan Kaum Yahudi kepada Nabi Musa sebenarnya hanyalah sebagai
alasan yang dicari-cari, supaya perbuatannya menyembah patung anak sapi
dapat dimaklumi oleh Nabi Musa as. Namun karena kedurhakaan dan
kecongkakan mereka yang sangat keterlaluan ini mengakibatkan mereka
binasa disambar petir. Orang-orang Yahudi yang masih taat kepada Nabi
Musa selamat dari bencana ini.
Di dalam Taurat disebutkan, bahwa sebagian dari orang-orang Yahudi
yang mengikuti Musa berkata, “Mengapa Allah hanya khusus berbicara ke
pada Musa dan Harun saja, tetapi tidak berbicara kepada kita!”
Maka tersebarlah hal ini kepada Bani Israil seluruhnya, lalu mereka
bertanya kepada Musa sesudah kematian Harun, “Sesungguhnya nikmat Allah
kepada Bangsa Israil adalah karena Ibrahim dan Ishak. Lalu mencakup
seluruh bangsa ini. Sedangkan engkau tidak lebih baik daripada Ibrahim.
Karena itu engkau tidak berhak menguasai kami tanpa adanya keistimewaan.
Dan kami tidak akan percaya kepadamu sebelum kami dapat melihat wujud
Allah dengan nyata.”
Lalu mereka dibawa Musa ke suatu tempat perkemahan tertentu.
Tiba-tiba bumi terbelah dan menelan sebagian dari mereka dan dari
jurusan lain datang api, lalu menyambar sisanya. Bangsa Yahudi yang sama
sekali tidak mau menggunakan akal sehatnya, tetapi hanya menurutkan
bisikan setan adalah suatu kaum yang sungguh sungguh berwatak
materialis.
Walaupun mereka telah terpenuhi permintaan-permintaannya kepada Nabi
Musa berupa mendapat makanan yang turun dari langit ataupun musibah
sebagai bukti yang terjadi di hadapan mereka sendiri akibat kedurhakaan
mereka sendiri, tetapi mereka tetap ingkar kepada seruan dan ajakan
tauhid.
Di bawah pimpinan Nabi Musa, Bangsa Yahudi telah memperlihatkan sikap
kejahilan yang tak ada taranya. Karena mereka meminta kepada Musa agar
dapat melihat Allah dengan mata dan kepala sendiri.
Sungguh tak ada golongan manusia di permukaan bumi ini yang watak
materialis dan pandangan materialisnya seperti bangsa Yahudi. Karena itu
tidaklah mengherankan kalau bangsa Yahudi merupakan pionir dari semua
pandangan sesat seluruh jagat ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar