Total Tayangan Halaman

Senin, 29 September 2014

YaSin – Keutamaan dan Khasiatnya

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ

YASIN – KEUTAMAAN DAN KHASIATNYA

.
YaseenSurah Yasin adalah surah yang menempati urutan ke 36 dalam mushaf Al-Qur’an. Nama ini diambil dari ayat permulaan surah ini yang terdiri dari huruf singkatan (muqaththa’ah) ya dan sin.
Ya adalah huruf untuk memanggil (nidaa) artinya wahai dan sin adalah singkatan dari kata insan artinya manusia, maksudnya adalah manusia sempurna.
Manusia sempurna yang dituju oleh huruf muqaththa’ah ini adalah Sayyidina Nabi Muhammad saw. Karena beliaulah seorang nabi yang telah menerirma wahyu Al-Qur’an, kitab suci Allah yang sempurna, sehingga seluruh kehidupan beliau berada di atas jalan yang lurus benar (QS.36: 5)
Dan kedudukan beliau berada di atas semua nabi dan rasul Allah swt., sampai-sampai nama beliau saw. diletakkan berdampingan dengan nama Allah swt yang senantiasa diucapkan oleh setiap orang yang memasuki Agama Islam dalam kalimah syahadat.
Berkat keteladanan beliau saw. (QS.33:22) dalam mengikuti hidayah Al-Qur’an, bangsa Arab yang jahil, buta huruf dan sesat, dalam setiap aspek kehidupan berubah menjadi bangsa yang pandai, berakhlak mulia, dan terpimpin dalam mencurahkan hidupnya untuk berbakti kepada Allah swt. dan kemanusiaan dalam tempo kurang dari 23 tahun.
Bahkan mereka mendapat pujian Allah swt. sebagai umat terbaik (QS.3:3) dan paling unggul diantara umat yang ada di dunia saat ini.

Surah ini juga memberikan kabar suka tentang datangnya pengikut setia Sayyidina Nabi Muhammad saw di zaman akhir Umat Islam (Qs.36:21) di saat mereka meninggalkan petunjuk Al-Qur’an dan mereka hidup dalam kegelapan ruhani yang mendorong mereka mengikuti kemauan hawa nafsunya dan mengikuti kemauan orang-orang yang mereka anggap sebagai ulama.
Pengikut setia beliau saw. di zaman akhir itu dalam beberapa hadits beliau beri gelar lmam Mahdi. Berkat kepemimpinannya secara berangsur-angsur Umat Islam akan memperoleh pencerahan Al-Qur’an kembali sehingga pada suatu saat mereka akan menjadi sarana Al-Qur’an dan Islam untuk menerangi penjuru jagad raya yang dirundung kegelapan dan kemenangan Islam atas semua agama secara sempurna akan terwujud (QS. 61:10).
Oleh karena itu surah ini dalam hadits disebut Jantung Al-Qur’an, sebab dengan surah ini Al-Qur’an menjadi hidup dengan memancarkan cahaya ruhani yang terang benderang untuk membimbing umat manusia berjalan di jalan yang benar. Agar mereka mati dalam keadaan berserah diri kepada kehendak Tuhannya (QS.2:133; 3:103) dan kembali kepada-Nya dengan tenang dan senang (QS.89:28-29).
Firman Allah :
تَنزِيلَ ٱلۡعَزِيزِ ٱلرَّحِيمِ
[sebagai wahyu] yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang
(QS.36 Ya-Seen :5)
وَلَمَّا رَءَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ٱلۡأَحۡزَابَ قَالُواْ هَـٰذَا مَا وَعَدَنَا ٱللَّهُ وَرَسُولُهُ ۥ وَصَدَقَ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُ ۥ‌ۚ وَمَا زَادَهُمۡ إِلَّآ إِيمَـٰنً۬ا وَتَسۡلِيمً۬ا
Dan tatkala orang-orang mu’min melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata:“Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita”. Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan
 (QS.33 Al-Ahzab :22)
نَزَّلَ عَلَيۡكَ ٱلۡكِتَـٰبَ بِٱلۡحَقِّ مُصَدِّقً۬ا لِّمَا بَيۡنَ يَدَيۡهِ وَأَنزَلَ ٱلتَّوۡرَٮٰةَ وَٱلۡإِنجِيلَ
Dia menurunkan Al Kitab [Al Qur’an] kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil
(QS.3 Al-E-Imran :3)
ٱتَّبِعُواْ مَن لَّا يَسۡـَٔلُكُمۡ أَجۡرً۬ا وَهُم مُّهۡتَدُونَ
Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk
(QS.36 Ya-Seen :21)
يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ هَلۡ أَدُلُّكُمۡ عَلَىٰ تِجَـٰرَةٍ۬ تُنجِيكُم مِّنۡ عَذَابٍ أَلِيمٍ۬
Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih
(QS.61 As-Saff :10)
أَمۡ كُنتُمۡ شُہَدَآءَ إِذۡ حَضَرَ يَعۡقُوبَ ٱلۡمَوۡتُ إِذۡ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعۡبُدُونَ مِنۢ بَعۡدِى قَالُواْ نَعۡبُدُ إِلَـٰهَكَ وَإِلَـٰهَ ءَابَآٮِٕكَ إِبۡرَٲهِـۧمَ وَإِسۡمَـٰعِيلَ وَإِسۡحَـٰقَ إِلَـٰهً۬ا وَٲحِدً۬ا وَنَحۡنُ لَهُ ۥ مُسۡلِمُونَ
Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan [tanda-tanda] maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Isma’il dan Ishaq, [yaitu] Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya
(QS.2 Al-Baqara :133)
وَٱعۡتَصِمُواْ بِحَبۡلِ ٱللَّهِ جَمِيعً۬ا وَلَا تَفَرَّقُواْ‌ۚ وَٱذۡكُرُواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ عَلَيۡكُمۡ إِذۡ كُنتُمۡ أَعۡدَآءً۬ فَأَلَّفَ بَيۡنَ قُلُوبِكُمۡ فَأَصۡبَحۡتُم بِنِعۡمَتِهِۦۤ إِخۡوَٲنً۬ا وَكُنتُمۡ عَلَىٰ شَفَا حُفۡرَةٍ۬ مِّنَ ٱلنَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنۡہَا‌ۗ كَذَٲلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمۡ ءَايَـٰتِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَہۡتَدُونَ
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali [agama] Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni’mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu [masa Jahiliyah] bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni’mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk
(QS.3 Al-E-Imran :103)
ٱرۡجِعِىٓ إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً۬ مَّرۡضِيَّةً۬
فَٱدۡخُلِى فِى عِبَـٰدِى
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya” “Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku
(QS.89 Al-Fajr :28-29)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar